Menhub

Menhub Tekankan 4 Faktor Kunci Penentu Keberhasilan Angkutan Lebaran Tahun Ini

Menhub Tekankan 4 Faktor Kunci Penentu Keberhasilan Angkutan Lebaran Tahun Ini
Menhub Tekankan 4 Faktor Kunci Penentu Keberhasilan Angkutan Lebaran Tahun Ini

JAKARTA - Kelancaran arus mudik selalu menjadi perhatian utama pemerintah setiap menjelang Hari Raya. 

Untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan tertib, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan empat faktor kunci keberhasilan angkutan Lebaran 2026. 

Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi yang selamat, nyaman, dan terkendali selama periode padat pergerakan.

Menurut Menhub, keberhasilan angkutan Lebaran sangat ditentukan oleh keselamatan dan keamanan, perhatian terhadap detail, sinergi dan kolaborasi, serta kewaspadaan terhadap ketidakpastian di lapangan. 

Keempat faktor tersebut dinilai saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dengan penerapan yang konsisten, diharapkan seluruh proses transportasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Sehingga dengan itu kami berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini akan berjalan dengan baik,” kata Menhub dalam keterangan di Jakarta.

Pernyataan itu menegaskan optimisme pemerintah dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Ia juga memastikan bahwa seluruh jajaran telah melakukan langkah antisipatif jauh hari sebelumnya.

Prioritas Keselamatan dan Keamanan

Menhub menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Setiap potensi risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan harus diminimalkan melalui langkah mitigasi yang matang. 

Pemerintah tidak ingin ada celah yang dapat membahayakan keselamatan penumpang maupun pengguna jalan lainnya.

Langkah antisipatif dilakukan melalui pengawasan sarana dan prasarana transportasi serta kesiapan petugas di lapangan. Pemeriksaan rutin terhadap armada dan jalur transportasi menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Dengan demikian, risiko kecelakaan dapat ditekan sedini mungkin sebelum terjadi.

Keselamatan, menurutnya, bukan hanya tanggung jawab satu instansi melainkan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, penguatan koordinasi lintas sektor menjadi bagian dari implementasi faktor pertama ini. Pemerintah berharap masyarakat juga turut mendukung dengan mematuhi aturan yang berlaku.

Perhatian Detail dan Sinergi Antarpihak

Faktor kedua yang ditekankan adalah perhatian terhadap hal detail dalam setiap tahapan persiapan. Walaupun angkutan Lebaran merupakan agenda tahunan, Menhub mengingatkan agar tidak menganggap remeh hal-hal kecil. Justru detail teknis sering kali menjadi penentu kelancaran di lapangan.

Ia menyampaikan bahwa kesalahan kecil dapat berdampak besar apabila tidak segera diantisipasi. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta bekerja dengan ketelitian tinggi dan disiplin penuh. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkecil potensi gangguan operasional.

Selanjutnya dia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang solid antarpemangku kepentingan. Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi kunci kelancaran penyelenggaraan angkutan Lebaran. 

“Sinergi dan kolaborasi sebagaimana yang saya saksikan pada malam hari ini dan Alhamdulillah dengan koordinasi yang solid serta sinergi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan," ucap Menhub.

Koordinasi Lintas Kementerian dan Daerah

Sejak awal Februari 2026, Kementerian Perhubungan telah melakukan serangkaian koordinasi dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah. 

Langkah ini bertujuan menyatukan strategi dan kebijakan agar pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

Dudy telah melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga seperti Kemenkopolkam, Kemenko PMK, Kemen PANRB, Kemenaker, Kemenristek, Kemendikdasmen, Kemendagri, Kemendag, Komdigi, Kemenag, serta TNI dan Polri. 

Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Lampung, serta Daerah Istimewa Yogyakarta. Sinergi tersebut menghasilkan berbagai kebijakan strategis untuk mendukung kelancaran arus mudik.

Beberapa kebijakan yang dihasilkan antara lain pemberian stimulus diskon tarif transportasi dan penerapan flexible working arrangement atau FWA. Selain itu dilakukan pengaturan operasional angkutan barang dan penggunaan masjid sebagai rest area. 

Penguatan keamanan serta antisipasi titik rawan seperti perlintasan sebidang, pasar tumpah, dan lokasi wisata juga menjadi perhatian khusus.

Kewaspadaan dan Target Zero Accident

Faktor terakhir yang ditekankan adalah kewaspadaan terhadap ketidakpastian dan potensi gangguan di lapangan. "Terakhir adalah always expect uncertainty and irregularities.

Cuaca ekstrem, bencana alam yang dapat terjadi kapan saja, berpotensi menimbulkan gangguan pada transportasi,” tegasnya. Pernyataan tersebut mengingatkan bahwa dinamika lapangan bisa berubah sewaktu-waktu.

Menhub berharap agar keempat faktor tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh pihak terkait. 

"Harapan kita bersama, jika keempat faktor penting ini diperhatikan dengan seksama, bukan tidak mungkin tujuan kita bersama yaitu zero accident and zero fatality dapat kita wujudkan,” sebutnya. Target tersebut menjadi semangat bersama dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini.

Lebih lanjut, Menhub memberikan arahan agar dilakukan antisipasi kemacetan di jalur arteri akibat pasar tumpah. Setidaknya terdapat empat lokasi di Banten, 25 lokasi di Jawa Barat, 12 lokasi di Jawa Tengah, enam lokasi di Yogyakarta, serta sembilan lokasi di Jawa Timur yang perlu diwaspadai. Pengendalian hambatan samping di jalan nasional seperti kios pedagang, becak, dan delman juga harus diperkuat.

Selain itu, peningkatan arus menuju daerah wisata diperkirakan terjadi setelah hari pertama Lebaran. Lonjakan signifikan diprediksi terjadi di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Jawa Timur. 

"Pergerakan ini biasanya terjadi setelah hari pertama Lebaran. Perlu disiapkan manajemen arus lalu lintas terpadu untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung dari dan ke sekitar lokasi wisata,” ucap Menhub.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index