JAKARTA - Harga emas kembali menunjukkan performa menakjubkan dengan menembus level psikologis US$5.200 per troy ons.
Pada perdagangan Senin, harga emas dunia melonjak 2,5% ke posisi US$5.231,2 per troy ons, memperpanjang tren kenaikan empat hari berturut-turut. Kenaikan ini mencerminkan permintaan kuat untuk aset aman di tengah ketidakpastian kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.
Pada perdagangan Selasa hingga pukul 06.30 WIB, harga emas spot melemah tipis 0,13% menjadi US$5.237,89 per troy ons. Meskipun terjadi koreksi ringan, penguatan kumulatif selama beberapa hari terakhir tetap signifikan. Para investor memandang emas sebagai pelindung nilai ketika ketidakpastian politik dan ekonomi meningkat.
Kenaikan harga emas ini didorong oleh gelombang permintaan baru setelah Trump menyatakan rencana menaikkan tarif impor sementara dari 10% menjadi 15%, setelah putusan Mahkamah Agung menentang pungutan sebelumnya. Situasi ini membuat pasar global bereaksi dengan meningkatkan alokasi aset ke emas.
Perspektif Para Ahli
Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group, menyoroti bahwa kondisi ekonomi dan politik global saat ini cukup kompleks. “Ada banyak masalah ekonomi dan politik di seluruh dunia, dan dengan pasar yang lebih tenang selama Tahun Baru Imlek, ekspektasi kami adalah harga emas dapat naik tajam minggu ini setelah aktivitas kembali meningkat,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa momentum emas dipengaruhi oleh faktor musiman dan geopolitik.
Christian menambahkan, dalam jangka panjang harga emas diperkirakan akan terus naik dan bahkan berpotensi mencetak rekor baru. Investor pun menaruh perhatian besar pada proyeksi ini, karena emas tetap menjadi pilihan utama saat volatilitas meningkat. Dengan demikian, pasar emas cenderung bertahan di level tinggi meskipun ada fluktuasi harian.
Selain itu, keputusan China untuk tetap tutup selama liburan Tahun Baru Imlek turut memengaruhi pergerakan harga. Pasar akan melihat bagaimana pembukaan kembali pada Selasa memengaruhi transaksi dan harga emas global. Aktivitas perdagangan di konsumen utama emas ini menjadi indikator penting untuk pergerakan selanjutnya.
Perkembangan Tarif dan Dampaknya
Presiden Trump kembali mengkritik putusan Mahkamah Agung yang menentang rencana tarifnya. Ia sebelumnya mengumumkan kenaikan tarif sementara untuk semua impor AS, yang memicu sentimen global terhadap logam mulia. Ketidakpastian ini mendorong investor untuk mencari perlindungan di aset seperti emas dan perak.
Kombinasi inflasi inti AS yang naik lebih tinggi dari perkiraan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal keempat semakin memperkuat daya tarik emas. Kondisi ini berpotensi membuat The Federal Reserve menahan suku bunga lebih lama. Pasar pun menunggu sinyal dari sejumlah pembicara The Fed untuk memperjelas arah kebijakan moneter.
Selain itu, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran juga menambah permintaan emas. Emas menjadi aset yang paling dicari selama masa ketidakpastian global. Para analis memandang situasi ini sebagai faktor fundamental yang mendukung harga emas tetap tinggi.
Kinerja Harga Perak
Harga perak juga mengikuti tren positif emas dengan menyentuh level psikologis US$88 per troy ons. Pada penutupan perdagangan Senin, harga perak naik 4,3% menjadi US$88,22 per troy ons, memperpanjang kenaikan empat hari berturut-turut. Total penguatan kumulatif mencapai 20% dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan lonjakan minat investor terhadap logam mulia.
Pada perdagangan Selasa hingga pukul 06.30 WIB, harga perak spot sedikit melemah 0,44% menjadi US$88,61 per troy ons. Meskipun ada koreksi, tren jangka pendek tetap positif. Seperti emas, perak juga dianggap sebagai lindung nilai yang efektif saat kondisi ekonomi dan geopolitik tidak stabil.
Para analis menekankan bahwa tren perak sejalan dengan emas karena keduanya sering bergerak paralel. Investor memanfaatkan momentum ini untuk diversifikasi portofolio dan mengurangi risiko. Kinerja perak yang solid juga mencerminkan sentimen global yang mencari aset aman.
Prospek dan Strategi Investasi
Dengan kondisi pasar saat ini, banyak investor mempertimbangkan untuk menambah alokasi pada emas dan perak. Kenaikan harga yang beruntun mendorong strategi jangka menengah hingga panjang. Christian menegaskan, “Dalam pandangan jangka panjang selama beberapa kuartal ke depan, kami pikir harga emas akan terus naik dan mungkin mencetak rekor baru.”
Pergerakan harga logam mulia ini memberikan sinyal bagi pelaku pasar untuk tetap waspada terhadap perubahan kebijakan AS dan dinamika ekonomi global. Investor cenderung memanfaatkan periode volatilitas untuk meningkatkan portofolio aset aman. Selain itu, permintaan musiman dari konsumen utama seperti China juga dapat memperkuat tren positif ini.
Secara keseluruhan, lonjakan harga emas dan perak menunjukkan bahwa logam mulia tetap menjadi pilihan utama dalam menghadapi ketidakpastian global.
Pasar terus menyesuaikan diri dengan berita dan kebijakan terbaru, sementara investor mengandalkan logam mulia sebagai perlindungan nilai. Dengan tren kenaikan yang berkelanjutan, emas dan perak tetap menarik untuk strategi investasi jangka panjang.