JAKARTA - Kentang adalah bahan pokok yang sering hadir dalam berbagai hidangan.
Namun, warna hijau pada kentang menimbulkan pertanyaan mengenai keamanannya. Bagian hijau muncul karena perubahan senyawa alami yang bisa berisiko jika dikonsumsi.
Perubahan warna ini terjadi secara alami akibat pembentukan solanin, senyawa pertahanan tanaman. Jika masuk ke tubuh, solanin dapat menimbulkan gejala keracunan. Gejala ini antara lain mual, muntah, nyeri perut, dan pusing, sehingga penting mengetahui cara aman mengonsumsinya.
Memahami risiko kentang hijau akan membantu masyarakat tetap menikmati makanan ini. Dengan langkah tepat, kentang bisa diolah menjadi hidangan aman dan bergizi. Lantas, bagaimana kentang hijau bisa berbahaya dan bagaimana menghindarinya?
Kentang Hijau dan Mekanisme Alamiah
Kentang hijau terbentuk saat umbi terkena cahaya atau disimpan terlalu lama. Cahaya memicu klorofil sehingga kentang berubah warna hijau. Bersamaan dengan klorofil, kadar solanin meningkat sebagai mekanisme pertahanan terhadap hama dan penyakit.
Solanin hadir secara alami dalam tanaman kentang dan paling banyak terdapat di kulit serta bagian hijau. Rasa pahit kentang biasanya menjadi indikator kandungan solanin tinggi. Kentang yang sedang menghasilkan solanin sebaiknya tidak dikonsumsi.
Sayangnya, banyak orang tetap ingin mengolah kentang hijau karena tidak sadar risikonya. Sebagai langkah awal, bagian hijau dan tunas sebaiknya dibuang. Ini adalah cara paling sederhana untuk mengurangi kadar solanin sebelum memasak.
Gejala Keracunan Akibat Kentang Hijau
Mengonsumsi kentang hijau yang tinggi solanin dapat memicu gejala keracunan dalam beberapa jam. Tingkat keparahan bergantung pada jumlah solanin yang tertelan dan kondisi tubuh individu. Gejala umum meliputi mual, muntah, diare, dan kram perut.
Selain gangguan pencernaan, keracunan solanin dapat memengaruhi sistem saraf. Sakit kepala, pusing, kesemutan, dan kelemahan otot bisa muncul. Dalam kasus ekstrem, gangguan pernapasan dan tekanan darah turun dapat terjadi.
Rasa pahit pada kentang menjadi tanda penting adanya solanin. Anak-anak dan lansia lebih rentan karena massa tubuh yang lebih kecil dan daya tahan tubuh yang mungkin lebih lemah. Konsumsi kentang pahit sebaiknya dihindari sepenuhnya.
Memasak Tidak Menghilangkan Solanin
Banyak orang beranggapan memasak dapat menetralkan racun kentang hijau. Padahal, solanin tahan panas dan tidak mudah hilang saat direbus, dikukus, atau digoreng. Suhu di dapur rumah tidak cukup tinggi untuk merusak senyawa ini secara signifikan.
Proses memasak hanya mengurangi kadar solanin sekitar 1 persen saja. Bahkan kentang yang direbus tetap bisa terasa pahit. Mengandalkan panas masakan untuk menurunkan solanin bukan solusi aman.
Oleh karena itu, kentang hijau sebaiknya dipotong dan dibuang bagian hijau maupun tunasnya. Pastikan bagian yang tersisa bebas dari perubahan warna hijau. Ini merupakan langkah paling efektif untuk menjaga keamanan konsumsi.
Tips Aman Mengonsumsi Kentang
Agar kentang tetap aman dan bergizi, beberapa langkah perlu diperhatikan. Pilih kentang yang kulitnya mulus dan tidak bertunas atau berwarna hijau. Potong dan buang bagian hijau atau tunas yang muncul.
Jangan mengonsumsi kentang yang sangat hijau atau memiliki rasa pahit. Rasa pahit menjadi indikator solanin tinggi. Gunakan metode memasak sehat seperti direbus, dikukus, atau dipanggang agar nutrisi tetap terjaga.
Perhatikan porsi konsumsi kentang karena merupakan sumber karbohidrat. Simpan kentang di tempat sejuk, gelap, dan kering agar tidak berubah warna. Hindari paparan cahaya langsung, jangan simpan di kulkas, dan gunakan wadah berventilasi.
Jauhkan kentang dari bawang atau buah yang mengeluarkan gas etilen. Jangan cuci kentang sebelum disimpan agar permukaannya tidak lembap. Periksa secara rutin agar tidak ada yang busuk atau bertunas sebelum dimasak.
Dengan langkah-langkah ini, kentang tetap bisa dinikmati tanpa risiko berlebihan. Memotong bagian hijau, memasak dengan benar, dan menyimpan dengan tepat akan menjaga kualitas. Kentang hijau pun bisa aman dikonsumsi jika memperhatikan panduan ini.
Kentang hijau muncul akibat paparan cahaya dan penyimpanan lama. Solanin yang terkandung dalam bagian hijau berpotensi menyebabkan keracunan. Dengan membuang bagian hijau, memilih kentang berkualitas, dan memasak dengan tepat, kentang tetap bisa menjadi makanan yang aman dan bergizi.
Langkah sederhana seperti menyimpan di tempat gelap, menghindari cahaya, dan memeriksa secara rutin sangat membantu. Mengonsumsi kentang dengan aman menjaga kesehatan tubuh. Dengan tips ini, kentang hijau tidak perlu ditakuti, tapi tetap harus diolah dengan bijak.