JAKARTA - Pertemuan tingkat tinggi antara Indonesia dan Yordania kembali menegaskan arah diplomasi luar negeri yang konsisten memperjuangkan perdamaian dunia.
Dalam suasana penuh kehangatan dan persahabatan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sikap tegas Indonesia terkait masa depan Palestina. Di hadapan Raja Abdullah II ibn Al Hussein, ia menekankan bahwa solusi damai yang berkelanjutan harus menjadi prioritas bersama.
Indonesia, menurut Prabowo, siap mengambil peran aktif dalam setiap langkah konkret yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan tersebut.
Ia kembali menegaskan bahwa solusi dua negara dengan berdirinya negara Palestina yang merdeka merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian berkelanjutan. Sikap ini disampaikan secara langsung dalam pertemuan bilateral di Istana Basman, Amman.
“Ya, Indonesia berkomitmen untuk melakukan apa pun yang dapat kami lakukan demi tercapainya solusi yang langgeng dan menurut pandangan kami, satu-satunya solusi yang benar-benar berkelanjutan adalah solusi dua negara dengan Palestina yang merdeka,” kata Prabowo dalam pengantar pertemuan bilateral tersebut.
Pernyataan itu menegaskan konsistensi posisi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Komitmen tersebut juga mencerminkan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang teguh.
Komitmen Indonesia untuk Solusi Dua Negara
Dalam penjelasannya, Prabowo menguraikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace merupakan bagian dari kontribusi nyata bagi penyelesaian konflik
Indonesia juga memberikan dukungan terhadap rencana 20 poin yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, seluruh dukungan tersebut dilandasi niat tulus untuk mencapai solusi jangka panjang yang adil.
“Itulah sebabnya ketika kami diundang untuk bergabung dalam Board of Peace dan kami mendukung rencana 20 poin dari Presiden Donald Trump, semuanya dilakukan dengan tujuan dan upaya untuk melakukan apa pun yang kami bisa, guna mencapai solusi yang langgeng tersebut,” kata Prabowo.
Ia menekankan bahwa setiap langkah diplomatik yang diambil Indonesia selalu diarahkan pada terciptanya stabilitas kawasan. Upaya tersebut juga menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam dalam isu global yang menyangkut kemanusiaan.
Kehadiran Indonesia dalam berbagai forum internasional dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab moral terhadap perdamaian dunia. Pemerintah Indonesia memandang bahwa konflik Palestina bukan sekadar persoalan regional, melainkan isu global yang memerlukan kolaborasi luas. Karena itu, dukungan terhadap solusi dua negara terus disuarakan dalam berbagai kesempatan resmi.
Apresiasi dan Persahabatan Indonesia Yordania
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pemerintah dan rakyat Yordania.
Ia menyebut Yordania Hasyimiah sebagai rumah keduanya, menggambarkan kedekatan personal sekaligus diplomatik yang terjalin erat. Ucapan Ramadan Mubarak pun disampaikannya sebagai bentuk penghormatan dan persahabatan antara kedua negara.
“Atas nama Indonesia dan secara pribadi, saya juga ingin menyampaikan Ramadan Mubarak kepada rakyat Yordania,” kata Prabowo. Ucapan tersebut menjadi simbol kedekatan emosional yang melampaui hubungan formal antarnegara. Momentum itu sekaligus memperkuat nuansa persaudaraan dalam pertemuan bilateral tersebut.
Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden, pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi diplomasi Indonesia dan Yordania. Pertemuan tersebut juga menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan penyejuk dalam menjaga stabilitas kawasan. Selain itu, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina kembali ditegaskan sebagai prioritas kebijakan luar negeri Indonesia.
Apresiasi Raja Abdullah II terhadap Indonesia
Melalui forum bilateral tersebut, Raja Abdullah II ibn Al Hussein menyampaikan apresiasi atas komitmen Indonesia. Ia menilai peran Indonesia sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan di kawasan. Komitmen terhadap solusi dua negara disebutnya sebagai langkah yang patut dihargai.
“Peran bangsa Anda, saya pikir, dalam semua tantangan di wilayah itu sangat penting. Saya tahu betapa Anda berkomitmen pada solusi dua negara, betapa Anda menghargai masa depan orang-orang positif,” ucap Raja Abdullah II.
Pernyataan tersebut menunjukkan pengakuan atas kontribusi aktif Indonesia di panggung internasional. Dukungan moral itu memperkuat legitimasi langkah diplomasi yang ditempuh Jakarta.
Raja Abdullah II juga menekankan bahwa upaya Indonesia menciptakan perdamaian memiliki makna mendalam bagi rakyat Yordania.
“Ini adalah sesuatu, jelas, yang menghangatkan hati kita. Saya tahu bahwa Anda berkomitmen untuk kedamaian dan ketenangan yang besar. Dan sekali lagi, komitmen Anda yang sungguh-sungguh untuk melindungi orang-orang, kita semua, saya pikir, sangat penting,” kata Raja Abdullah II. Menurutnya, komitmen tersebut mencerminkan kepedulian terhadap kemanusiaan secara luas.
Hubungan Diplomatik yang Semakin Erat
Raja Abdullah II menyampaikan kesiapan Yordania untuk mendukung peran Indonesia dalam mendorong perdamaian. Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis baik secara politik maupun ekonomi di tingkat global. “Saya menantikan diskusi ini tentang bagaimana kita dapat membantu saudara dan saudari kita dalam usaha ini,” kata Raja Abdullah II.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Yordania telah terjalin erat selama beberapa dekade. Kerja sama kedua negara mencakup berbagai bidang strategis mulai dari pertahanan hingga investasi. Kedekatan historis tersebut memperkuat hubungan persaudaraan yang terus berkembang.
“Selalu menyenangkan bertemu Anda, khususnya di rumah kedua Anda di Yordania. Saya tahu bahwa orang-orang saya, orang-orang Anda, tahu bahwa kita memiliki hubungan persaudaraan yang sangat istimewa di antara kami berdua selama bertahun-tahun,” kata Raja Abdullah II.
Pernyataan itu menutup pertemuan dengan nuansa hangat dan penuh optimisme. Sinergi yang semakin kuat antara Indonesia dan Yordania diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi terwujudnya perdamaian Palestina yang adil dan berkelanjutan.