Harga TBS Sumsel Menguat Stabil Menjelang Akhir Februari 2026

Senin, 23 Februari 2026 | 10:12:18 WIB
Harga TBS Sumsel Menguat Stabil Menjelang Akhir Februari 2026

JAKARTA - Pergerakan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan pada paruh kedua Februari 2026 menunjukkan sinyal positif meski dalam rentang terbatas. 

Kenaikan yang terjadi memang tidak signifikan, namun cukup memberi ruang optimisme bagi pelaku usaha dan pekebun. Kondisi ini menggambarkan pasar yang bergerak stabil dengan kecenderungan menguat secara hati-hati.

Pada periode 16–28 Februari 2026, harga TBS tercatat mengalami peningkatan tipis dibanding periode sebelumnya. Penyesuaian tersebut diputuskan melalui rapat Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Sumatera Selatan. Hasilnya, harga untuk tanaman usia 10–20 tahun disepakati naik Rp 9,23 per kilogram menjadi Rp 3.586,81 per kilogram.

Kenaikan ini memperlihatkan bahwa pasar masih menjaga ritme yang relatif seimbang tanpa gejolak besar. Meski tipis, tambahan nilai tersebut tetap menjadi indikator bahwa tekanan penurunan harga belum terjadi. Stabilitas ini juga memberikan kepastian bagi rantai pasok industri sawit di wilayah tersebut.

Penetapan Harga Turunan Sawit

Selain harga TBS, komponen turunan sawit juga menjadi bagian penting dalam perhitungan nilai jual di tingkat pekebun. Pada periode yang sama, harga minyak sawit mentah atau CPO ditetapkan sebesar Rp 14.261,03 per kilogram. Nilai tersebut menjadi salah satu acuan utama dalam menentukan besaran harga TBS.

Untuk harga inti sawit atau kernel, angka yang ditetapkan sebesar Rp 12.986,93 per kilogram. Sementara itu, nilai cangkang berada di posisi Rp 17,61 per kilogram. Seluruh komponen tersebut dihitung dengan indeks K sebesar 92,11 persen.

Kombinasi harga CPO, kernel, dan cangkang tersebut berkontribusi langsung terhadap pembentukan harga akhir TBS. Dengan pergerakan yang relatif stabil, tidak terjadi lonjakan maupun penurunan tajam pada komponen penopang tersebut. Situasi ini memperkuat karakter pasar yang cenderung bergerak mendatar namun tetap positif.

Rincian Harga Berdasarkan Umur Tanaman

Rincian harga TBS di Sumatera Selatan memperlihatkan variasi berdasarkan umur tanaman. Untuk tanaman usia 3 tahun, harga tercatat sebesar Rp 3.014,10 per kilogram. Tanaman umur 4 tahun berada di angka Rp 3.108,11 per kilogram.

Pada usia 5 tahun, harga mencapai Rp 3.241,82 per kilogram. Tanaman umur 6 tahun ditetapkan sebesar Rp 3.275,55 per kilogram. Sementara itu, umur 7 tahun berada di angka Rp 3.272,41 per kilogram.

Harga untuk tanaman usia 8 tahun tercatat Rp 3.391,40 per kilogram. Umur 9 tahun berada di posisi Rp 3.460,41 per kilogram. Rentang usia produktif 10–20 tahun menjadi yang tertinggi dengan nilai Rp 3.586,81 per kilogram.

Untuk tanaman berusia 21 tahun, harga tercatat Rp 3.577,40 per kilogram. Umur 22 tahun justru sedikit lebih tinggi di angka Rp 3.587,02 per kilogram. Sementara itu, usia 23 tahun berada di Rp 3.562,18 per kilogram.

Tanaman umur 24 tahun dihargai Rp 3.463,19 per kilogram. Umur 25 tahun tercatat Rp 3.476,49 per kilogram. Pada usia 26 tahun, harga berada di Rp 3.414,87 per kilogram.

Memasuki usia 27 tahun, harga turun ke Rp 3.364,25 per kilogram. Umur 28 tahun tercatat Rp 3.307,29 per kilogram. Tanaman usia 29 tahun berada di angka Rp 3.244,97 per kilogram.

Untuk tanaman berumur 30 tahun, harga ditetapkan sebesar Rp 3.177,62 per kilogram. Pola ini menunjukkan bahwa produktivitas dan usia tanaman tetap menjadi faktor penting dalam pembentukan harga. Semakin mendekati usia optimal produksi, nilai yang diterima cenderung lebih tinggi.

Dinamika Pasar yang Terkendali

Kenaikan harga yang relatif terbatas mencerminkan dinamika pasar CPO yang masih bergerak stabil. Tidak adanya lonjakan signifikan di pasar global turut memengaruhi pergerakan harga di tingkat daerah. Sumatera Selatan sebagai salah satu sentra sawit nasional tetap mengikuti ritme pasar yang terkendali.

Stabilitas ini dapat diartikan sebagai fase konsolidasi harga setelah berbagai fluktuasi sebelumnya. Pelaku industri cenderung menahan ekspektasi besar karena pasar belum menunjukkan sinyal penguatan tajam. Meski demikian, tren positif tetap terjaga melalui kenaikan tipis yang terjadi.

Dengan kondisi seperti ini, pekebun memiliki kepastian harga dalam jangka pendek. Walaupun margin peningkatan tidak besar, kestabilan memberikan rasa aman dalam perencanaan produksi. Pasar yang tenang sering kali menjadi fondasi sebelum terjadi pergerakan yang lebih kuat di periode berikutnya.

Prospek dan Optimisme Pekebun

Situasi harga TBS akhir Februari 2026 menghadirkan optimisme yang terukur bagi para pekebun di Sumatera Selatan. Kenaikan tipis menandakan bahwa pasar masih memberi ruang pertumbuhan meski secara bertahap. Konsistensi dalam penetapan harga juga memperlihatkan mekanisme yang berjalan sesuai perhitungan komponen pasar.

Dengan harga Rp 3.586,81 per kilogram untuk usia produktif 10–20 tahun, posisi ini tetap tergolong kompetitif. Perbandingan antar usia tanaman menunjukkan struktur harga yang proporsional dan transparan. Hal tersebut penting untuk menjaga keseimbangan antara produktivitas dan nilai jual.

Secara keseluruhan, pergerakan harga TBS di Sumatera Selatan pada periode 16–28 Februari 2026 memperlihatkan stabilitas yang mengarah positif. Walau belum terjadi lonjakan besar, fondasi pasar tetap kuat dan terjaga. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sektor sawit daerah masih berada dalam jalur yang kondusif.

Terkini