Indonesia Perluas Hubungan Dagang Energi dengan AS Secara Strategis

Jumat, 20 Februari 2026 | 13:43:32 WIB
Indonesia Perluas Hubungan Dagang Energi dengan AS Secara Strategis

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersiap memperluas kerja sama energi dengan Amerika Serikat melalui impor minyak mentah dan gas. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong hubungan dagang bilateral. Nilai impor ditargetkan mencapai US$ 15 miliar per tahun, yang setara ratusan triliun rupiah.

Rencana Impor Minyak dan Gas dari AS

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menjelaskan bahwa rencana impor energi merupakan tindak lanjut kesepakatan ekonomi bilateral Indonesia–AS. 

“Dan juga ada kesempatan untuk melakukan impor gas dan crude oil nilainya US$ 15 miliar per tahunnya,” ujarnya. Kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah menjaga pasokan energi stabil di tengah fluktuasi harga global.

Impor energi dari AS diharapkan tidak hanya menambah pasokan, tetapi juga memperkuat hubungan dagang kedua negara. Rencana ini termasuk dalam lingkup Agreement on Reciprocal Tariff (ART) yang membuka peluang investasi dan perdagangan strategis. Dengan demikian, Indonesia memperoleh akses energi berkualitas sekaligus membuka pintu kerja sama ekonomi lebih luas.

Pembicaraan Investasi Strategis dalam Pipeline

Rosan menegaskan pemerintah juga tengah memulai pembicaraan sejumlah investasi yang masih dalam tahap pipeline. 

“Kita juga sudah memulai pembicaraan adanya beberapa kemungkinan investasi on the pipeline yang menyangkut di beberapa bidang, baik itu di bidang oil and gas maupun di bidang-bidang lainnya,” jelasnya. Fokus investasi mencakup sektor migas serta beberapa bidang strategis yang mendukung pembangunan nasional.

Inisiatif ini diharapkan mendorong realisasi proyek energi yang penting bagi kebutuhan domestik. Selain itu, keterlibatan investor AS dapat memperkuat teknologi dan kapasitas produksi di sektor strategis. Dengan demikian, proyek pipeline ini menjadi komponen penting dalam implementasi kesepakatan bilateral.

Manfaat Ekonomi dan Strategi Energi Nasional

Rencana impor minyak dan gas ini dipandang sebagai langkah strategis untuk ketahanan energi Indonesia. Selain meningkatkan pasokan, kebijakan ini juga memperluas akses pasar dan peluang investasi dari AS. Dengan nilai transaksi mencapai US$ 15 miliar per tahun, dampak ekonominya signifikan bagi pembangunan nasional.

Langkah ini juga mendorong peningkatan kerja sama di sektor migas, hilirisasi energi, dan pengembangan industri terkait. Pemerintah menekankan pentingnya integrasi antara impor energi dan program investasi strategis. Dengan strategi ini, Indonesia dapat menyeimbangkan kepentingan energi domestik dan hubungan ekonomi internasional.

Implementasi Agenda Bilateral dan Proyeksi Masa Depan

Rosan menegaskan bahwa implementasi agenda energi dan investasi akan menjadi bagian penting dari kesepakatan ekonomi bilateral Indonesia–AS. “Mungkin itu yang menyangkut dua hal yang memang implementasinya berada ke dalam ruang lingkup Danantara,” pungkasnya. Kesepakatan ini diharapkan membuka babak baru hubungan ekonomi dan mempercepat realisasi proyek strategis di dalam negeri.

Kerja sama ini tidak hanya soal perdagangan, tetapi juga penguatan kapasitas ekonomi dan teknologi. Peningkatan investasi dan impor energi menjadi peluang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Langkah-langkah ini diharapkan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kedua negara.

Potensi Penguatan Hubungan Ekonomi Indonesia-AS

Dengan nilai transaksi ratusan triliun rupiah per tahun, rencana impor energi berpotensi menjadi komponen utama kerja sama ekonomi bilateral. Proyek ini mencakup pasokan minyak, gas, serta investasi di sektor strategis lainnya. Implementasi kesepakatan ini menandai awal era baru hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat.

Kolaborasi yang terencana memungkinkan Indonesia memperoleh energi berkualitas sambil memperkuat posisi ekonominya di kancah global. Selain itu, investasi strategis dari AS akan mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Dengan langkah ini, hubungan bilateral tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga memperkuat diplomasi energi internasional.

Terkini